Perbedaan Antara Obat Paten Dan Obat Generik

By | Agustus 29, 2016

Banyak masyarakat yang memandang sebelah mata obat generik yang disediakan pemerintah dalan program kesehatan nasional. Mereka menganggap obat generik adalah obat murah yang khasiatnya jauh dari obat berharga mahal. Anggapan bahwa obat generik hanya untuk masyarakat dengan ekonomi menegah kebawah adalah salah.  Dari segi khasiat, tidak ada bedanya obat generik dengan obat berharga tinggi. pada ulasan berikut akan diterangkan apa itu obat generik, obat paten, serta  perbandingannya.

Perbedaan Antara Obat Paten Dan Obat Generik

obat-obatan

Obat Paten

Suatu penelitian  yang menghasilkan sebuah komposisi obat bisa dipatenkan. Maka disebut obat paten. Obat paten ini hanya boleh diproduksi oleh perusahaan farmasi yang mengadakan kerjasama dan disetujui oleh si pembuat obat. Obat paten ini menjadi mahal karena perusahaan farmasi tersebut diharuskan membayar paten atau royalti atas riset dan penelitian si pembuat obat, membayar biaya promosi dan pemasaran. Riset dan penelitian harus selalu sesuai aturan yang ditetapkan secara internasional. Karena paten atau royalti selalu dipatok dengan nominal tinggi, maka harga obat paten menjadi sangat mahal. Selain itu, tidak ada yang membedakannya dengan obat generik.

Undang-undang nomor 16 tahun 2001 pasal 18, tentang pengaturan hak paten,  Indonesia menetapkan masa paten selama 20 tahun. Setelah itu masa paten mutlak tidak bisa diperpanjang, dan pada materi obat, maka obat tersebut bisa diproduksi oleh perusahaan farmasi lain. perusahaan farmasi pun berhak untuk mengganti nama dari zat aktif tersebut.

Semisal paracetamol adalah obat paten, yang dipatenkan oleh perusahaan farmasi A. Maka paracetamol tidak boleh diproduksi oleh perusahaan farmasi lain. setelah 20 tahun masa paten, paracetamol boleh diproduksi perusahaan farmasi lain dengan perubahan nama. Contoh : Paracem.

Obat Generik

Tidak ada perbedaan kandungan zat aktif pada obat generik maupun obat paten. Mutu, kualitas, standar keamanan dan  pengawasan yang sama. Jika menilik dari komposisi, maka tidak akan ditemukan perbedaan. Lalu apa itu obat generik?

Obat generik adalah obat paten yang telah habis masa patennya, sehingga bisa diproduksi secara massal oleh perusahaan farmasi.  Jadi yang benar adalah obat generik tidak ada bedanya dengan obat paten selain hak paten dan harga yang mahal. Obat generik menjadi bagian dari program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Sehat. Harga obat yang lebih murah dan terjangkau bisa membantu masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah kebawah sembuh dari penyakit.

Terdapat 2 jenis obat generik yang beredar di Indonesia, yaitu obat generik berlogo, dan obat gener bermerek dagang.

Obat Generik  Berlogo

Dengan lingkaran berwarna hijau, garis-garis putih sejajar di dalamnya, dan terdapat tulisan GENERIK di bagian tengah. Logo obat tersebut bisa dijumpai pada obat-obat yang dikeluarkan pemerintah, obat generik berlogo tidak mengganti nama dagang obat, namun tetap seperti nama asli atau nama zat aktif obat. Contoh : Asam Mefenamat atau MFN. Maka pada kemasan obat generik berlogo akan tetap tertulis Mefenamat atau MFN.

Obat Generik Bermerek.

Kandungan zat aktif pada obat generik bermerek tetap sama dengan OGB. Namun perusahaan farmasi tersebut menambahkan zat pelarut atau zat lainnya. Fungsi dan manfaatnya tidak berubah. Harga obat generik bermerek lebih mahal dari obat generik berlogo karena tambahan biaya produksi pada kemasan yang dibuat semenarik mungkin dan penambahan nama pada merk dagang. Semisal yang paling sering dijumpai adalah Amoxicilin. Obat generik bermerek akan menggantinya sesuai kebijakan perusahaan farmasi, menjadi Amoxicilin TX dan lain sebagainya.

Semoga artikel diatas dapat meluruskan presepsi salah masyarakat tentang perbedaan obat paten dan generik. Semoga bermanfaat!

Populer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *