Sinopsis Film Islami “Tausiyah Cinta”

By | Agustus 12, 2016

Film Tausiyah Cinta ini mengisahkan kehidupan seorang pria bernama Lefan (Rendy Herpy). Seorang pemuda yang benci kepada ayahnya sendiri. Lefan menganggap bahwa seumur hidup ibunya, ayahnya lah yang selalu menyakiti perasaan ibunya. Kebencian terhadap ayahnya semakin menjadi setelah dia kehilangan Ibu yang Ia sayangi karena terdzolimi oleh ayahnya sendiri. Lefan pun ingin menenangkan batinnya yang telah penuh dengan kebencian. Lefan menjalani hari demi hari dengan hati yang penuh dendam. Dia harus membuktikan pada ayahnya bahwa Ia dapat hidup tanpa bantuannya. Ia juga akan berusaha meraih kesuksesan tanpa bantuan ayahnya. Lefan pun ingin memperlihatkan pada ayahnya cara untuk memuliakan seorang perempuan. Tausiah Cinta Sinopsis Film Islami Tausiyah Cinta

Dengan usaha keras akhirnya Lefan berhasil menjadi konseptor bisnis yang terkenal dan sukses. Namun, dendam di dalam hati tetap membuatnya resah. Elfa (Hidayatur Rahmi), kakak perempuan Lefan yang seorang ustadzah sampai tidak sanggup menasehati adiknya. Lefan berfikir bahwa kakaknya tidak pernah peduli dengan apa yang terjadi pada keluarganya. Elfa terlalu fokus dengan dunianya sampai tak mengetahui masalah yang dialami keluarganya.

Suatu hari, Lefan bertemu seorang pria tampan dan sholeh yang bernama Azka (Hamas Syahid Izzuddin). Dia merupakan seorang arsitek dan telah hafal Al-Qur’an. Dia juga pria yang sangat sempurna, Lefan menemukan sosok yang tidak pernah dia dapatkan dari ayahnya. Lefan dan Azka dipertemukan ketika ada suatu tugas, mereka pun menjadi sahabat.

Di saat yang tepat seperti inilah Lefan mulai bertanya-tanya tentang perasaan batin yang dialaminya kepada sahabatnya tersebut. Pertanyaan-pertanyaan dari Lefan yang terus menghujani sahabatnya satu persatu dapat Azka jawab. Tak hanya menjadi seorang arsitek pembangun gedung, Azka juga belajar menjadi arsitek pembangun iman untuk dirinya sendiri dan lingkungannya. Suatu hari ada sebuah tugas yang akhirnya mempertemukan dua pria sholeh ini dengan seorang gadis bernama Rein (Ressa Rere). Gadis cantik yang juga Hafal Al-Qur’an, Rein suka olahraga memanah dan Ia pun pandai dalam membuat gambar siluet. Rein adalah seorang mahasiswi tingkat akhir yang sedang menyelesaikan tugas kuliahnya.

Hari demi hari telah terlewati, lambat laun Lefan merasakan sesuatu yang ada pada diri Rein yang tidak ada pada diri kakaknya. Ternyata sosok sholehah yang membuat hati Lefan merasa tersentuh. Salahkah jika Lefan ingin lebih dekat dengan gadis sholeh ini? jika memang bisa, bagaimana caranya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *