Mengetahui Apa Itu Bipolar dan Faktor Penyebabnya

By | Juli 26, 2016

Secara umum, bipolar adalah suatu gangguan mental yang membuat penderita bisa merasakan kebahagiaan dan kesedihan pada level tertinggi, dalam waktu yang sangat berdekatan, atau bahkan bersamaan. Penderita bipolar bisa menjadi sangat senang pada menit pertama, kemudian menjadi sangat sedih dimenit berikutnya, dan kembali senang, lalu sedih dan seterusnya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh para psikolog tentang bipolar disorder, menunjukkan bahwa faktor genetika dapat menentukan seseorang mengidap bipolar. Selain itu, bipolar biasa hinggap pada rentan umur 20-35 tahun. Semakin dini seseorang mengidap bipolar disorder, maka semakin lama terapi yang harus dijalani.

Penjelasan yang lebih lengkap, tentang apa itu bipolar disorder atau gangguan mental bipolar serta faktor penyebabnya akan diulas dibawah ini. Semoga artikel berikut bermanfaat menambah wawasan Anda. Selamat membaca!

Gangguan-bipolar-alodokter

Apa Itu Bipolar

Istilah medis untuk gangguan ini adalah manic depressive. Gangguan mental psikologis bipolar menyerang dengan gejala perubahan suasan hati yang sangat ekstrim. Pergantian ini seperti dua kutub (bipolar) yang berlawanan. Kebahagiaan atau mania bisa dengan segera berubah menjadi kesedihan atau depresi, tanpa pola yang pasti.

Jika pada orang normal mood swings atau naik turunnya mood (good mood-to-bad mood) terjadi dengan gelombang grafik konstan, tidak halnya dengan penderita bipolar. Ketika penderita merasa sangat bahagia, ia bisa menjadi sangat antusias dan sangat menikmati hidup. Sebaliknya, ketika ia berada dalam kondisi terpuruk, ia bisa menjadi sangat depresif bahkan kasus kebanyakan adalah nekat bunuh diri. Grafiknya berbentuk seperti bukit menjulan tinggi dan jurang dalam disebelahnya.

Penyebab sindrom bipolar bisa dikategorikan menjadi faktor genetika, lingkungan, dan fisiologis.

Faktor Genetika.  Anak yang lahir dari salah satu orang tua pengidap bipolar kemungkinan 15 – 30% mengidap bipolar. Bila keduanya mengidap sindrom ini, maka kemungkinannya bertambah menjadi 50 – 80%.

Lingkungan. Faktor pemicu sindrom ini diawali dari keterlibatan penderita dalam hubungan antar perseorangan dalam hidup. Seperti jatuh cinta, benci, kematian orang terkasih dan semacamnya. Kegagalan pencapaian dalam hidup juga bisa menjadi pemicu timbulnya sindrom bipolar. Kemungkinan besar, penderita bipolar sejak remaja mengalami riwayat masa kecil yang tidak mengenakkan, seperti menyaksikan pertengkaran orang tua sampai saling menyakiti, sering dibentak orang tua, sering dipaksa dan dihukum dengan alat berat. Sehingga muncul perasaan gelisah dan depresi yang mengendap sampai dewasa.

Fisiologis. Bipolar bisa disebabkan oleh ketidak-seimbangan cairan kimia dalam otak dan pelepasan hormon. Pada fase mania atau fase kebahagiaan, kadar dopamin dalam otaknya meningkat tajam diatas normal. Sementara pada fase depressive atau kesedihan berlarut-larut, kadar dopamin mengalami penurunan secara drastis, jauh dibawah batas normal. Gangguan ini juga berpengaruh pada kemampuan seseorang dalam menyikapi hal dalam hidupnya. Beberapa peristiwa bisa mempengaruhi fase atau episode mania penderita, namun tidak dengan episode depresi. Bisa juga peristiwa lain berkaitan dengan perubahan episode mania dan episode depresi secara bersamaan.

Bagaimana mengatasi gangguan bipolar? Secara medis, berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memberikan resep obat khusus penderita bipolar. Konsumsi obat harus teratur, jika tidak, sindrom ini dengan cepat kembali.

Sebagai terapi, melakukan olahraga yang melibatkan pernafasan dalam seperti yoga dan meditasi bisa menjadi solusi. Yang utama, ajak penderita lebih mendekatkan diri pada Allah. Ajak sholat tahajjud, membaca Al Quran dan sering menghadiri majelis taklim. Karena bipolar adalah gangguan mental psikologis, tentu siraman rohani pada batinnya lebih ampuh daripada pemakaian obat-obatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *