Makanan Sehat Ini Yang Ternyata Bisa Berbahaya Bagi Tubuh

By | Juli 29, 2016

Asupan makanan sehat sangat dibutuhkan tubuh. Pada tubuh yang sehat, makanan bergizi dapat memperlancar metabolisme tubuh dan mengoptimalkan kinerja organ. Namun dalam sebuah penelitian, terdapat beberapa bahan makanan sehat yang bisa berbahaya bagi tubuh jika mengolahnya dengan cara yang salah.

Bahan makanan sehat dibawah ini menjadi berbahaya bagi tubuh jika tarakarannya tidak disesuaikan dan dikomsumsi secara berlebih. oleh karena itu, pahami tentang perlunya mengasup makanan sehat sehari-hari agar kadar gizi tetap seimbang. Bahan makanan sehat tersebut adalah :

Makanan Sehat Yang Berbahaya Bagi Tubuh

10-makanan-sehat-yang-berbahaya-bagi-tubuh

Seledri

Memasak sup akan lebih nikmat bila ditabur irisan seledri. Seledri bisa berbahaya bagi tubuh jika memasukkannya kedalam sup yang masih dimasak. Hal ini dapat memicu proses pelepasan nitrit, zat beracun bagi tubuh.

Kentang

Sebagian besar pelakon diet sehat mengganti nasi dengan kentang sebagai menu makanan utama. Setelah membeli kentang, hendaknya langsung diolah, jika kentang lama dibiarkan sampai tumbuh tunas, maka hindari memakan kentang ini. Kentang yang sudah bertunas mengandung glycoalcaloid, sejenis racun kuat untuk mengontrol pes. Tentu sangat berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi. Dapat mengakibatkan kegagalan fungsi organ. Dan pilihlah kentang yang benar-benar masak, bukan kentang hijau. Kentang hijau dikenal memiliki zar beracu solanin, racun dalam kelompok glycoalcaloid yang mempunyai aktifitas sebagai fungisidal dan pestisidal. Gejala awal dari konsumsi kentang hijau adalah muntah-muntah, yang paling parah adalah serangan jantung.

Minyak Ikan

Mengkonsumsi minyak ikan dapat membuat darah menjadi encer karena kandungan asam lemak tak jenuh omega-3. Terlalu banyak memakan asam ini membuat terpecahnya vitamin A bahkan sampai level keracunan, penyebab utama gangguan penglihatan dan kinerja syaraf. Penelitian yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine menyebutkan bahwa konsumsi minyak ikan berbentuk kapsul tidak mengurangi resiko kematian dan kelainan pada penderita penyakit kardiovaskuler. Organisasi Heart Action menganjurkan untuk makan ikan, bukan minyak ikan secara khusus, sebanyak 2 kali seminggu untuk membantu menurunkan resiko penyakit jantung.

Minyak Zaitun

Minyak zaitun jenis light yang biasanya tidak disadari oleh masyarakat, digunakan untuk menumis, membakar, dan menggoreng makanan. Jenis ini justru akan memecah nutrisi pada makanan, dan menghilangkan kadar antioksidan jika dipanaskan dalam suhu tinggi.Zat yang terkandung didalamnya berubah menjadi karsinogenik, zat pemicu kanker dan bersifat mengendap dalam tubuh. Rebecca Blake, RD, nutrisi klinis di Mount Sinai Beth Israel, New York City menuturkan bahwa penggunaan minyak untuk menggoreng dan menumis dapat digantikan dengan minyak wijen, minyak jagung dan minyak kedelai.

Susu UHT (Ultra-High Temperature)

Metode pengawetan minuman susu dengan UHT digunakan sebagai alternatif pasteurisasi, proses pemanasan dengan tujuan membunuh mikro-organisme berbahaya seperti bakteri, protozoa, dan khamir. Proses ini dapat memperlambat tumbuhnya mikroba pada makanan. Susu menjadi bahan makanan yang sering mengalami proses ini. Susu tidak beracun, kadar gizinya dikenal bermanfaat bagi dunia kesehatan dan kecantikan. Namun suhu tinggi menyebabkan casein, jenis protein berubah wujud menjadi zat berbahaya dan beracun. Zat ini memicu terbentuknya lendir pada paru-paru dan sistem pencernaan, sehingga menimbulkan efek asma, reaksi alergi, dan masalah pada kulit.

Semoga informasi diatas bisa menjadi pengalaman baru dalam mengolah bahan makanan sehat. Selalu perhatikan kadar gizi yang seimbang dan sesuaikan takarannya dengan kebutuhan tubuh. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *