Stay With Me Jadi Film Paling Personal Rudi Soedjarwo

By | Januari 5, 2016

stay with me

Stay With Me disebut sebagai film paling personal bagi Rudi Soedjarwo. Sebelumnya Rudi sudah dikenal dengan beberapa karya besarnya seperti Pocong 2, 9 Naga, Mengejar Matahri dan, Ada Apa Dengan Cinta?. Setelah menyelesaikan karya terakhir pada tahun 2012 dengan film Pasukan Kapiten, kini Rudi akan segera meluncurkan film terbarunya yang berjudul Stay With Me. Bagi Rudi, film terbarunya ini memiliki makna yang sangat berarti. Pasalnya, Stay With Me diangkat dari kisah hidupnya.

“Ini film terbaru saya yang mungkin sangat personal karena di dalamnya menceritakan 60 persen kisah hidup saya, sebagai laki-laki, suami, bapak, dan sebagai filmmaker. Film itu sangat berarti banget. Beberapa waktu lalu sampai kemaren saya bikin film itu sempet bingung, saya bikin film itu buat apa ya, pada akhirnya ketika kita meninggal kan kita nggak bawa tuh film dan pasti masuk lemari,” jelas Rudi ketika ditemui pada beberapa waktu lalu.

Rudi juga menambahkan, “Mungkin orang bisa lupa kayak film-film besar di dunia, Gone with the Wind misalnya, nggak semua anak lihat kok, padahal itu film legend. Jadi aku langsung berpikir bahwa mungkin aku harus bikin sebuah film yang lebih dari sekadar film, yang mungkin dari prosesnya saja kita bisa memaknai film itu.”

Karena dangkat dari kisah hidupnya, Rudi berharap film tersebut bisa menceritakan tentang kehidupannya kepada anak-anaknya. Ia ingin supaya anaknya mengetahui bagaimana keterpurukan yang dialami sejak beberapa tahun terkahir ini.

“At least pas anak saya lihat, dia bisa tahu bapaknya, mungkin saya belum sempet cerita karena masih kecil. Jadi kalau saya nggak ada, mereka bisa tahu. Artinya film itu jadi punya makna. Film ini jadi sangat bermakna karena saya bikin saat saya bener-bener lagi terpuruk dalam rumah tangga juga secara ekonomi karena saya sempet bisnis lain dan gagal, sehingga saya harus hidup dalam waktu 3-4 tahun dengan tabungan yang minus. Dan itu memang satu-satunya film yang saya bikin saat saya nggak punya apa-apa. Makanya itu film sangat bermakna,” tutup Rudi.

Populer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *